Element Band

Anti Dibilang Boyband yang Jual Tampang

Komplit. Itu satu kata yang pas disematkan untuk Element Band. Tampang keren plus musikalitas lumayan. Apalagi yang kurang? Inilah nampaknya yang menjadi magnet utama di acara jumpa artis band Element di gelaran launching provider Esia di Wings Atrium Palembang Indah Mall, kemarin (19/9).

Meski acara molor dua jam da5ri jadwal ratusan pengunjung, yang sebagian besar adalah cewek-cewek ABG rela menunggu penampilan anak-anak band yang sebagaian personelnya model dan aktor sinetron itu. “Pengen aja lihat tampang anak-anak Element. Kalo musiknya nggak terlalu ngerti,” kata Anggi, siswa SMA Arindra yang datang bareng genknya selepas pukul 13.00.WIB.

` Alhasil ketika Didi Riyadi (drummer), Ibank (bassist), Fajar (keyboardist) Arya dan Adhit (gitaris) dan Ferdy Tahier (vokal) naik panggung, Wings Atrium PIM langsung ‘meledak’ oleh teriakan histeris para fans. “Apa kabar Palembang,” kata Ferdy menyapa penonton yang menyemut di front stage.

Selama kurang lebih satu jam, cowok-cowok keren yang gape main musik ini bercerita tentang perjalanan musik mereka sejak pertengahan tahun 1999. Juga pencapaian prestasi mereka yang sempat diganjar dengan Golden Award dari Universal Music Indonesia atas pencapaian penjualan diatas 100.000 keping.

Ditanya soal tudingan boyband yang hanya jual tampang, Didi Riyadi mengaku pada awalnya, Element sempat diragukan beberapa kalangan. “Sebagian personil kami saya, Lucky Wijatmoko, dan Arya Adhiprasetyo memang selain mengeluti musik juga model dan aktor sinetron. Tapi Golden Award dari Universal Music Indonesia itu bukti, kami bukan boyband,” katanya

Di akhir jumpa fans, mereka sempat membawakan beberapa lagu dari ketiga album mereka secara akustik. Penampilan itu juga jadi bukti, mereka memang tak hanya looking good, namun juga sounds good. (mg12)

Iklan

Shanty

Seksi dan Vulgar itu Beda!

 

Tampil seksi sudah barang tentu jadi dambaan setiap wanita, namun bagi penyanyi Shanty tampil seksi bukan berarti harus menonjolkan setiap lekuk tubuh dan berpakaian super ketat.

Menurut Shanty, jika wanita berpenampilan terbuka dan menonjolkan lekuk tubuh perempuan itu berarti sudah tampil vulgar. “Seksi dan vulgar itu beda arti lho!, Bagiku, orang bakalan kelihatan seksi dan sensual bisa ketauan dari auranya. Jadi nggak harus pake pakaian terbuka atau yang ketat-ketat,” ujarnya saat ditemui di sebuah acara di Atrium Wing Palembang Indah Mall, kemarin (21/9).

Sebab itu, ia mengaku paling sungkan jika ditawari foto seksi dengan pakaian minim. Baginya dengan berfoto seksi dengan pakaian minim itu berarti sudah mengumbar keindahan tubuhnya kepada khalayak ramai.

“Aku kalau ditawari foto seksi itu yang paling pertama sekali aku tanya adalah kostum apa yang bakal aku pakai saat pemotretan. Kalau bajunya masih terlihat sopan dan wajar, aku pikir kenapa tidak,” tandasnya.

Lebih lanjut, Shanty mengatakan tak mau tubuh indah miliknya jadi konsumsi publik. Lantas kalau ada pihak-pihak yang sengaja merekayasa foto tersebut? “Wah, kalau untuk yang itu kalau pelakunya tertangkap aku tuh nggak akan segen-segen memperkarakannya ke pengadilan,” kata Shanty. (mg12)

Senandung Hikmah

Tampil di Tengah Guncangan Gempa Lahat

Bulan Ramadhan 1429 H tahun ini, Senandung Hikmah (SH) kembali menggelar Road Show ke beberapa sekolah se kabupaten/kota Sumsel, mulai dari Palembang, Muara Enim, Baturaja, Lahat, Lubuk Linggau, Bengkulu, Curup dan Kayu Agung.

Kunjugan kesekolah kali ini bersama dengan Produk Seluler (Indosat) dengan sosialisasi program SMS cinta dhuafanya yang bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Sumsel.

“Dalam kunjungan ini, SH memproduksi CD MP3 SH yang berisi 2 Album untuk para siswa. Peluncuran album MP3 ini juga pra launching Album VCD SH yang akan segera dirilis dalam waktu dekat,” kata Abdillah, mewakili rekan-rekannya

Antusiasme siswa ternyata cukup baik. Dibuktikan lebih dari seribu keping CD terjual. Selama road show, banyak pengalaman menarik yang dialami, mulai dari antusias siswa yang memenuhi tempat acara, sampai undangan  ke beberapa station radio setempat. “Bahkan ada beberapa siswa yang cukup kaget dengan tampilan nasyid yang ternyata juga bisa menghibur selain ada nilai dakwahnya,” kata Abdillah.

Namun diantaranya pengalaman yang paling mengesankan  adalah pada saat tampil di kota Lahat, dimana menjelang naik panggung, acara sempat dikagetkan dengan goncangan gempa. “Tapi dengan kejadian tersebut, jadinya para siswa malah terkonsentrasi di dekat panggung. Akhirnya acara jadi tambah hikmad plus seru,” pungkas Dila. (rel)

Tak Ikut Main, Dude Legawa

Kendati namanya tak masuk dalam deretan pemain film religi ‘Ketika Cinta Bertasbih’, aktor Dude Herlino mengaku tak kecewa. Sikap legawa seperti itu ditunjukkannya karena dia ingin memberi kesempatan kepada para pendatang baru untuk beradu akting dalam film yang diangkat dari novel karya Habiburahman El Shirazy tersebut.

“Tak ada rasa kecewa. Saya memberikan kesempatan kepada temen-temen lainnya,” elak peraih aktor favorit Panasonic Award 2007 itu.

Dude berharap, semua peran yang ditugaskan kepada para pemain mega film ‘Ketika Cinta Bertasbih’ bisa sukses. “Kebetulan saya juga sudah dapat pekerjaan sebelum audisi film itu (Ketika Cinta Bertasbih). Dan saya juga sudah full main sinetron. Jadi saya terima saya kondisi itu,” ujar pria kelahiran Jakarta, 2 Desember 1980 itu.

Diceritakan Dude, dirinya pagi hingga malam full di lokasi syuting, sehingga waktu untuk audisi tak ada. “Peran di sinetron terus jalan, tapi tidak di film. Saya berusaha maksimal dalam bermain peran. Saya yakin rezeki sudah diatur oleh Allah,” beber pemain sinetron Disini Ada Setan, Cincin, Maha Cinta, Kakak Iparku 17 Tahun, serta sederet sinetron dan film tersebut.

Dude menganggap, perannya di dunia sinetron sudah membuatnya bahagia, meskinpun tak bisa ditutupi beradu akting di film layar lebar juga merupakan kesukaan Dude. “Saya yakin masih ada kesempatan lain. Saya bisa ikut di film Ketika Cinta Bertasbih itu cukup di belakang layar,” papar duta khusus film Ketika Cinta Bertasbih, yang akan syuting di Kairo usai lebaran Idul Fitri 1429 H.(05)

caption: Dude Herlino

foto: agus srimudin

Oki Setiana Dewi

Berjilbab, Sempat Dicemooh Sutradara

Lantaran memakai jilbab, pemain mega film ‘Ketika Cinta Bertasbih’ (KCB) pernah dicemooh oleh sutradara. Namun, Oki Setiana Dewi tak menghiraukan murka sutradara dalam film televisi (FTV) yang pernah dibintanginya tiga tahun silam. Oki menjadikan itu sebagai hujaman dalam hati untuk membuktikan bahwa wanita berjilbab juga bisa eksis di dunia film layar lebar.

“Oh ini jawaban Allah. Mengapa waktu dulu saya tak mau buka jibab ketika sang sutradara memintanya. Saya baru tahu inilah jawabannya, saya tak harus buka jilbab namun tetap mendapat tempat istimewa dalam film religi yang segera syuting di Kairo,” ujar cewek belasteran Jawa-Palembang, yang dilahirkan di Batam, 13 Januari 1989 itu sembari tersenyum.

Dunia entertainment sebenarnya bukan barang baru bagi mahasiswa semester VI, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia itu, namun untuk beradu akting dalam mega film ‘Ketika Cinta Bertasbih’ yang diadaptasi dari novel karya Habiburahman El Shirazy merupakan tantangan tersendiri bagi Oki. “Iya, dalam film ini betul-betul membutuhkan kualitas keimanan, soalnya banyak cerita yang disandarkan dari Alquran dan Sunnah. Selain itu, untuk mendapatkan kualitas film yang baik, tentu harus total,” papar dia.

Apa yang disebut Oki harus total, memang benar adanya. Habiburahman berharap film religi itu bisa menggantikan posisi film Ayat Ayat Cinta (AAC) yang meledak di seluruh bioskop tanah air hingga menyedot jutaan penonton.

“Alhamdulillah, saya punya modal ngaji seminggu sekali di kampus. Ketika saya SMA saya sudah mulai berjilbab hasil dari pengajian saya. Insyaallah, saya yakin karena niat lurus untuk berdakwah lewat film layar lebar, apa yang dicita-citakan, diharapkan juga oleh orang tua, semuanya bisa berhasil dengan baik,” kata cewek yang keluar dari rahim Yunifah Lismawati (49), wanita asal 2 Ilir, Palembang.

Perempuan yang memiliki sang ayah bernama Sulianto ST (52), pria asal Jawa Tengah itu, juga mengatakan, dirinya tak mau muluk-muluk untuk menjadi aktris tenar. Namun dirinya juga tak menutup diri bila imbas dari filmnya nanti membuat dirinya dikenal banyak orang. “Intinya, saya main film ini sesuai niatnya untuk berdakwah. Begitu disampaikan para juri audisi, pak Deddy Mizwar, Deddy Petet, Neno Warisman, juga sang penulis novel Habiburahman El Shirazy,” selorohnya.(05)

caption : Oki Setiana Dewi

foto: agus srimudin

Olla Ramlan

Tubuh Mulus Penuh Tato

* Bangga, 8 Tato Punya Makna

Aktris yang kerap mendapat peran antagonis, Olla Ramlan, bangga karena dirinya memiliki 8 tato yang melingkari tubuhnya. Perempuan yang memiliki nama lengkap Febiolla Ramlan itu mengaku 8 tatonya memiliki maksud sendiri-sendiri.

Untuk tato di lengan tangan kanan, bertuliskan huruf arab dengan nama Tis’ah Assarah, artinya 9 dan 10. “Itu nama mama gue. Dan untuk tato di lengan tangan kiri bertuliskan MR, itu nama Muhammad Ramlan, papa gue,” ujar aktris yang memulai debut karirnya sebagai finalis ajang pemilihan Cover Girl Mode 1997.

Wanita kelahiran Banjarmasin, 15 Februari 1980 itu juga mengaku memiliki tato di puncak hingga melingkar ke lehernya. Tulisan tato itu Alexandro Tian atau Alex Tian, nama itu adalah suaminya, pria asal Belanda berdarah Spanyol dan China yang menjadi model video klip Matamu yang dibawakan Titi DJ.

Lalu, tato di kaki kanan bertuliskan Sean, itu nama anaknya. “Ada juga tato lumayan gede melingkar di pinggan gue,” ujar Olla bangga ketika dibincangi Sumeks.

Olla juga menceritakan ada tato di perut, juga di belakang tubuhnya. “Pertama kali gue pake tato waktu usia 17 tahun. Emang kata orang, kalau udah pakai sekali, pengen terus,” papar wan ita yang dinikahi Alex Tian pada 17 Mei 2003 tersebut.

Anggota keluarga, lanjut Olla, semuanya tahu jika dia memakai tato, termasuk sang suami. “Mereka ga marah, apalagi tato itu nama-nama mereka semua. Tapi memang kalau mau dibenerin atau mau pemulihan, sering terasa gatel. Tapi gue sudah ada obatnya,” ujar anak keenam dari 11 bersaudara pasangan Muhammad Ramlan dan Pissa Assarah itu.

Hanya saja, lanjut Olla, bila dirinya mendapat peran sebagai seorang ibu, sedapat mungkin tatonya dia tutupi. Itu untuk menyesuaikan dengan peran yang dibawakan. Tapi bila peran itu antagonis, tato-tato itu malah diperlihatkan. “Ini menyenangkan buat gue. Tato-tato itu tak akan aku hapus. Kalau pun main film berperan sebagai ibu, gue akan tutupi tato itu sedapat mungkin,” ujar selebriti yang bermain peran di sinetron Shakila, Perempuan, Cinta Indah, dan film Suami-Suami Takut Isteri sebagai penggoda itu ramah.(05)

caption: Olla Ramlan

foto: agus srimudin

THE TITANS

Menampung ‘Pelarian’ Fans Peterpan

DISANGKAL atau tidak, THE TITANS ternyata diuntungkan oleh kontroversi “kemiripan” mereka dengan Peterpan. Tidak peduli apakah berita yang mencuat itu positif atau negatif, band yang dimotori mantan personil Peterpan ini meraup penggemar yang tidak sedikit. Kabarnya, mereka adalah “pelarian” dari fans-fans Peterpan.

“Kami mengakui, berita kontroversi tentang kami membuat kami jadi banyak dikenal, meskipun kita termasuk band baru,” jelas Rizky, vokalis THE TITANS ketika ditemui di sela konser Class Mild Ramadan di Kampus Bina Dharma Palembang, kemarin (19/9)

Terlepas dari kontroversi itu, toh THE TITANS membuktikan musikalitas mereka bisa diterima oleh penikmat musik. Buktinya, album pertama mereka dalam hitungan 3 bulan sudah mendapat penghargaan platinum. Kalau dalam hitungan angka, THE TITANS sukses menembus angka 150 ribu.

“Sejujurnya ini sangat melampaui target kami sendiri sebagai sebuah band baru. Kami bangga. Pencapaian ini memacu kami untuk semakin giat bekerja keras, biar jadi multi platinum,” harap cowok yang sempat ngeband dengan band berbeda ini.

Sukses album pertama ini, ternyata kemudian menimbulkan “kekuatiran” di album kedua. Bukan kuatir tidak diterima oleh Titanium [ini sebutan fans The TITANS –red], tapi lebih kepada materi yang bakal disuguhkan.

“Jujur saja, kita sempat was-was mencari format untuk album kedua, takutnya kalau kita buat sesuatu yang berbeda, malah susah diterima penggemar kita,” jelas Indra, basis, yang juga mantan personil Peterpan. Namun faktanya, album kedua bertajuk “Melayang,” dengan lagu andalannya “Jangan Sakiti” juga lumayan laris. (mg12)