<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} pre {margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Courier New”; mso-fareast-font-family:”Courier New”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>

*Kalaborasi Spesial Penutupan JakJazz 2008

Jazz Menuju Revolusi Musik

lica-cecato-1

Musik jazz adalah revolusi, bukan meng-kotak-kotakan musik. Dari revolusi musik jazz selama ini menghasilkan jazz dengan genre baru. Dari blues hingga paling baru neo bob dan electric jazz. ‘’Sekali lagi, musik jazz adalah musik paling revolusioner di muka bumi. Jazz adalah pengalaman dan percakapan,’’ kata Idang Rasjidi ketika ditemui Sumatera Ekspres dibalik panggung bersama dedengkot Jazz tanah air Ireng Maulana, malam tadi

——————————-

T. Junaidi-JAKARTA

——————————–

Festival Dji Sam Soe International Jakarta Jazz (JakJazz 2008) yang digelar selama tiga hari berturut-turut (28-29/11), dan ditutup malam tadi (30/11) di area indoor dan outdoor Istora Senayan Jakarta, berlangsung cukup heboh. 10 musisi jazz Indonesia tampil dalam satu panggung mempersembahkan karya teristimewa dalam rangka merayakan edisi ke-10 JakJazz 2008 itu.

Menurut Idang, inilah kelahiran baru setelah sepuluh tahun menyebar virus jazz tanah air. Kini musik jazz menemukan kembali ‘roh’ yang sesungguhnya. Generasi baru dengan kekayaan imaji dan pengalaman, menjadikan jazz lebih berwarna. Tak hanya itu, jazz juga bisa masuk di kawasan musik etnik. ‘’Gak masalah bila lagu-lagu Palembang di-jazz-kan. Itu syah-syah saja. Jazz lebih fleksibel dan kaya warna,’’ lanjut Idang yang malam tadi tampil kembali dalam penutupan perhelatan JakJazz2008 dengan menampilkan maha karya melalui denting piano.

Sesuai ciri khasnya yang piawai memainkan piano,  suara satu dengan vokalnya sendiri, juga suara dua menirukan suara berbagai alat musik, menimbulkan decak kagum penonton. Bunyi terompet, trombone dan perkusi kerap ia senandungkan mengimbangi kelincahan jemarinya diatas tooth piano.

Jazz lovers (sebutan peminat musik jazz red), yang sudah memadati arena konser sejak pukul 21.00 WIB, tampak berteriak-teriak seirama garukan gitar dan perkusi yang hangar-bingar. Malam tadi benar-benar menemukan generasi baru memadati Area Dji Sam Soe Concert hall yang dipersembahkan 10 musisi jaz Indonesia .  Mereka adalah Ireng Maulana, Idang Rasjidi, Margie Segers, Benny Likumahua, Syaharani, Yance Manusama, Didiek SSS, Tompi, Rudi Subekti dan Sam Panuwun satu persatu memenuhi panggung .

Kemampuan Ireng Maulana yang sekaligus pencetus Jak Jaz ini misalnya tidak perlu diragukan lagi kiprahnya di pentas musik Indonesia .  Bagi seorang Ireng Maulana, Jaz merupakan nafas hidupnya. Wajar bila penonton terkagum ketika melihat langsung penampilan Ireng yang segar dan menarik.

Chairman Jak Jazz menyebutkan penampilan 10 musisi jazz Indonesia merupakan salah satu perayaan edisi ke-10 JakJazz. ‘’Spesial kalaborasi itu merupakan refleksi dari tema ‘A Whole Lotta Jazz’ dan merupakan sebuah esensi musik jazz yang berdasarkan improvisasi. Kalaborasi spesial ini membawa penikmat musik dewasa memasuki lintas generasi dan lintas aliran dari sepuluh musisi jazz Indonesia yang terlibat didalamnya. Meski setiap personel mempunyai kesibukan masing-masing, dmei Dji Sam Soe JakJazz 2008 dan perayaan edisi ke-10 JakJazz, mereka bersedia meluangkan waktu untuk tampil dalam satu panggung,’’ kata Ireng.

JakJazz 2008 masih tetap mengusung semangat musik jazz yang akrab dan bersahaja, sama seperti pelaksanaan Jak Jazz pada tahun-tahun sebelumnya. Jak Jazz memang ditunggu oleh banyak pencinta jazz tanah air. Penampilan musisi jazz Indonesia-Mancanegara telah menunjukan kembali eksistensinya di panggung musik jazz tanah air.

Veranita Kuspratiwi, Manager Media Relations PT HM Sampoerna mengaku puas dengan festival Dji Sam Soe JakJazz tahun ini. Menurutnya pegelaran JakJazz 2008 akan menandai keberhasilan penyelenggaraan festival musik jazz tanah air.

‘’Kami bangga kerja keras seluruh pendukung Dji Sam Soe JakJazz 2008 telah menunjukkan hasil gemilang. Semua itu tak terlepas dari peran serta semuanya termasuk teman-teman media,’’ kata Veranita.