ALEXA

Nekat Ngerock Meski Menyandang Nama Kenes

ADA YANG sudah lama ngejazz, ada yang beken ngepop dan ada yang ngetop di ranah metal. Dicampur dengan influence rock seperti Green Day atau Nirvana pada semua personilnya. Kira-kira jadinya seperti apa ya, kalau mereka ngumpul jadi satu band?

Jawabannya pasti Alexa. Begitulah pengakuan JMono [bass], Jar [drum], Rizky [gitar], Aqi [vokal], dan Satrio [gitar] para ‘penjaga gawang’ Alexa. “Alexa bagi kami seperti back to basic. Kita kembali kepada musik yang kita sukai ketika pertama kali ngeband, yakni rock,” celetuk Satrio yang lama menjadi gitaris di band nu-jazz, Maliq d’Essentials, saat ditemui di konser Class Mild Ramadan di Kampus Bina Dharma, kemarin (19/9).

Uniknya rock yang mereka gotong, dikombinasikan dengan feminisme dala pilihan nama band, Alexa. “Itu sekedar keseimbangan saja, karena kita semua laki-laki, pasti akan lebih segar kalau nama band-nya dari nama perempuan,” kata Rizky, mantan vokalis Tiket yang lama menghilang.

Padahal, sejak September 2007, mereka sudah mencanangkan alternative rock

Meski ‘berbahan dasar’ rock, Riizky mengaku Alexa toh tetap menyuguhkan power-pop sebaga single pertama lewat track ‘Jangan Pernah Pergi’. Soal pilihan yang lebih ngepop ini, ALEXA punya alasan, “Lagu ini kita anggap paling tepat untuk memperkenalkan ALEXA kepada pecinta musik Indonesia,” kilah Satrio. (mg12)