(sumeks 3 september 2008)

Puasa eeh Malah Adu Jotos dan Saling Lapor

Saat hari pertama teraweh pada Minggu (31/8) malam lalu, pertikaian Maia dan Ahmad Dhani kembali memanas. Terjadi pemukulan di depan rumah Dhani di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Malam itu, sebagai ibu, Maia datang menemui anak-anaknya setelah sebulan tak bertemu. Namun, kebahagian itu tercoreng karena terjadinya pemukulan terhadap Pipit, manajer Maia oleh Apok, pembantu Dhani. Yang paling disesalkan tragedi itu terjadi di depan anak-anak mereka.

Sebelum pemukulan, sempat terjadi ribut mulut antara Dhani dengan Maia. Dengan kata-kata kasar Dhani mengusir rombongan Maia. Ia mengusir rombongan Maia karena dianggap waktu untuk bertemu anak-anaknya sudah habis.

Padahal hak perwalian atas anak belum diputuskan, namun Dhani sangat membatasi pertemuan Maia dengan anak-anaknya. Maia berusaha menahan diri, karena ia tidak mau terjadi keributan di depan anak-anaknya. Maia menahan rombongannya untuk keluar rumah. “Karena itu rumahku juga,” jelas Maia.

Namun hal itu makin membuat Dhani berang. Ia memaki-maki Maia dengan kata-kata kasar. “Tapi aku tetap tahan diri, karena ada anak-anak. Aku tidak mau ribut di depan anak-anak,” ujar Maia.

Tapi Dhani malah terus mengumpat Maia dan Pipit. Ia meminta Maia dan rombongan diusir. Apok dan satpam langsung mengusir sampai terjadi pemukulan terhadap Pipit. Akibat pemukulan itu, Pipit dirawat di rumah sakit.

Karena kejadian ini Pipit melaporkan Apok, penjaga rumah Dhani ke Polres Jakarta Selatan atas tindak kekerasan. Pipit mengaku dipukul, diseret dan dibenturkan kepalanya ke tembok.

Serunta, setelah Pipit, giliran Apok yang melaporkan balik manajer Maia tersebut ke Polsek Kebayoran Lama. “Saya melaporkan Pipit atas tindak kekerasan. Saya mengalami luka cakar di mata pelipis kanan,” ujar Apok

Menurut Apok, Maia dan Pipit datang ke rumah Dhani sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka datang ditemani pembantu dan supir. Dhani kemudian memanggil Apok dan meminta Apok untuk menyuruh Pipit pulang karena hari sudah malam. Menurut Apok, tiga kali permintaannya tak ditanggapi sehingga ia menarik lengan Pipit.

Ketika itulah terjadi tarik-tarikan sehingga Pipit terhempas ke tembok. Ketika ditarik itu pula menurut Apok, Pipit menampar dirinya dan mencakar pelipisnya. Dalam kejadian yang berlangsung di teras itu, Maia menyaksikan. Tapi menurut anak buah Dhani tersebut Maia hanya berteriak tanpa berbuat apa-apa.

“Saya berhak dong menjaga kehormatan rumah mas Dhani. Dulu aja ngebangun rumah itu pakai keringat mas Dhani, mba Maia tanpa sedikit pun. Kenapa mbak Maia nggak menghormati,” tutur Apok. (05)