Dituding Maksiat Konser di Pekanbaru Batal

Jadwal konser grup band Ungu di Pekanbaru harus dibatalkan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang band penembang Para Pencarimu ini manggung di sana. MUI melarang Ungu tampil karena band ini berniat manggung di areal Masjid Agung An-Nur Pekanbaru. “Ini sudah kelewatan kalau ada konser di areal masjid. Apalagi, itu kan mengganggu umat yang lagi beribadah. Ini kan bulan puasa,” jelas Ketua Umum MUI Pekanbaru Ilyas Husti Jumat (12/09).

MUI menuding konser Ungu ditunggangi orang-orang yang hendak mencoreng Islam di mata umat non Islam. “Kita jelas menolak konser di masjid. Ini tidak bisa dibiarkan, ini sudah mencoreng umat Islam,” jelas Ilyas Husti, MUI juga mempertanyakan mengapa izin konser di areal masjid itu sampai bisa diloloskan. “Apa yang menjadi alasan panitia Masjid Agung An-Nur bisa meloloskan konser musik di depan masjid?” sambung Ilyas.

Kini, MUI telah menyurati panitia Masjid Agung An-Nur menyoal lolosnya konser Ungu di rumah Allah itu. Jika tetap konser, MUI menyuruh Ungu menanggung dosa dari maksiat yang dilakukan penonton.

“Konser musik akan mengundang banyak dosa karena konser musik dihadiri muda-mudi yang berpasang-pasangan. Siapa yang menjamin kalau mereka datang tidak berpasang-pasangan yang bisa menjurus ke arah perbuatan maksiat? Ungu harus bertanggung jawab atas dosa maksiat itu jika konser tetap dilakukan,” tegas Ilyas .

Masih kata dia, konser musik di masjid akan menjadi arena muda-mudi untuk pacaran.
“Ini bisa mengundang dosa besar. Apalagi kalau dilakukan di rumah Allah, sungguh sudah kelewatan. Kegiatan ini lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya,” jelas Ilyas.

Dia membeberkan secara detail bahwa apabila konser digelar siang hari, akan mengganggu ketenangan beribadah. Kalau dilaksanakan malam hari di areal masjid terbesar di Riau itu, akan mengganggu umat yang sedang salat tarawih dan mengumandangkan ayat-ayat suci Al-quran. “Konser itu harus di batalkan. Masih ada lokasi di luar masjid dan di luar bulan puasa,” pinta Ilyas.

MUI telah mendapat dukungan dari ormas Islam seperti Hizbut Tahrir Indonesia, Gerakan Pemuda Kabah dan ormas Islam lainya di Pekanbaru, Riau, untuk menolak konser Ungu di masjid. Ungu sedianya akan menggelar konser tersebut pada Sabtu kemarin (13/9) besok. (05)

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} pre {margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Courier New”; mso-fareast-font-family:”Courier New”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>

*Kalaborasi Spesial Penutupan JakJazz 2008

Jazz Menuju Revolusi Musik

lica-cecato-1

Musik jazz adalah revolusi, bukan meng-kotak-kotakan musik. Dari revolusi musik jazz selama ini menghasilkan jazz dengan genre baru. Dari blues hingga paling baru neo bob dan electric jazz. ‘’Sekali lagi, musik jazz adalah musik paling revolusioner di muka bumi. Jazz adalah pengalaman dan percakapan,’’ kata Idang Rasjidi ketika ditemui Sumatera Ekspres dibalik panggung bersama dedengkot Jazz tanah air Ireng Maulana, malam tadi

——————————-

T. Junaidi-JAKARTA

——————————–

Festival Dji Sam Soe International Jakarta Jazz (JakJazz 2008) yang digelar selama tiga hari berturut-turut (28-29/11), dan ditutup malam tadi (30/11) di area indoor dan outdoor Istora Senayan Jakarta, berlangsung cukup heboh. 10 musisi jazz Indonesia tampil dalam satu panggung mempersembahkan karya teristimewa dalam rangka merayakan edisi ke-10 JakJazz 2008 itu.

Menurut Idang, inilah kelahiran baru setelah sepuluh tahun menyebar virus jazz tanah air. Kini musik jazz menemukan kembali ‘roh’ yang sesungguhnya. Generasi baru dengan kekayaan imaji dan pengalaman, menjadikan jazz lebih berwarna. Tak hanya itu, jazz juga bisa masuk di kawasan musik etnik. ‘’Gak masalah bila lagu-lagu Palembang di-jazz-kan. Itu syah-syah saja. Jazz lebih fleksibel dan kaya warna,’’ lanjut Idang yang malam tadi tampil kembali dalam penutupan perhelatan JakJazz2008 dengan menampilkan maha karya melalui denting piano.

Sesuai ciri khasnya yang piawai memainkan piano,  suara satu dengan vokalnya sendiri, juga suara dua menirukan suara berbagai alat musik, menimbulkan decak kagum penonton. Bunyi terompet, trombone dan perkusi kerap ia senandungkan mengimbangi kelincahan jemarinya diatas tooth piano.

Jazz lovers (sebutan peminat musik jazz red), yang sudah memadati arena konser sejak pukul 21.00 WIB, tampak berteriak-teriak seirama garukan gitar dan perkusi yang hangar-bingar. Malam tadi benar-benar menemukan generasi baru memadati Area Dji Sam Soe Concert hall yang dipersembahkan 10 musisi jaz Indonesia .  Mereka adalah Ireng Maulana, Idang Rasjidi, Margie Segers, Benny Likumahua, Syaharani, Yance Manusama, Didiek SSS, Tompi, Rudi Subekti dan Sam Panuwun satu persatu memenuhi panggung .

Kemampuan Ireng Maulana yang sekaligus pencetus Jak Jaz ini misalnya tidak perlu diragukan lagi kiprahnya di pentas musik Indonesia .  Bagi seorang Ireng Maulana, Jaz merupakan nafas hidupnya. Wajar bila penonton terkagum ketika melihat langsung penampilan Ireng yang segar dan menarik.

Chairman Jak Jazz menyebutkan penampilan 10 musisi jazz Indonesia merupakan salah satu perayaan edisi ke-10 JakJazz. ‘’Spesial kalaborasi itu merupakan refleksi dari tema ‘A Whole Lotta Jazz’ dan merupakan sebuah esensi musik jazz yang berdasarkan improvisasi. Kalaborasi spesial ini membawa penikmat musik dewasa memasuki lintas generasi dan lintas aliran dari sepuluh musisi jazz Indonesia yang terlibat didalamnya. Meski setiap personel mempunyai kesibukan masing-masing, dmei Dji Sam Soe JakJazz 2008 dan perayaan edisi ke-10 JakJazz, mereka bersedia meluangkan waktu untuk tampil dalam satu panggung,’’ kata Ireng.

JakJazz 2008 masih tetap mengusung semangat musik jazz yang akrab dan bersahaja, sama seperti pelaksanaan Jak Jazz pada tahun-tahun sebelumnya. Jak Jazz memang ditunggu oleh banyak pencinta jazz tanah air. Penampilan musisi jazz Indonesia-Mancanegara telah menunjukan kembali eksistensinya di panggung musik jazz tanah air.

Veranita Kuspratiwi, Manager Media Relations PT HM Sampoerna mengaku puas dengan festival Dji Sam Soe JakJazz tahun ini. Menurutnya pegelaran JakJazz 2008 akan menandai keberhasilan penyelenggaraan festival musik jazz tanah air.

‘’Kami bangga kerja keras seluruh pendukung Dji Sam Soe JakJazz 2008 telah menunjukkan hasil gemilang. Semua itu tak terlepas dari peran serta semuanya termasuk teman-teman media,’’ kata Veranita.

d’Masiv

Palembang, Kami Datang!

Band pop melow D’Masiv akan menghipnotis publik Metropolis dengan lirik-liriknya yang manis di Konserd’Masiv Diantara Kalian” Kamis (30/10) mendatang Event yang dihelat di Centre Stage Novotel Palembang ini disupport penuh oleh A Mild LIVE Production PT HM Sampoerna tbk. Dan tentu saja, dipersembahkan khusus untuk para Masiver (fans d’ Masiv) di Metropolis

“Selama dua jam penuh d’Masiv akan mempersembahkan penampilan terbaik untuk publik Palembang, terutama para Masiver yang sudah lama menunggu live konser d’ Masiv di Palembang,” kata Zainal Abadi, Area Marketing Manager PT.HM Sampoerna tbk Palembang.

Selain d’ Masiv, event ini juga akan menampilkan 2 group band terbaik A Mild Live Wanted lainnya, COIN, band dari Lampung dan LAROKA band dari kota Palembang sendiri.

Sementara itu Frans A Sanguine dari Lima5 Entertainment, event organizer acara ini mengatakan, untuk memproduksi event ini, bukanlah suatu hal yang mudah. “Jadwal mereka padat. Kegiatan on air dan off air d’Masiv penuh. Jadi ini satu moment spesial yang tidak boleh dilewatkan,” kata Frans. Hal yang sama diungkapkan oleh Ronald J. Pangestu dari management Centre Stage Novotel Palembang.

Sebagai jawara A Mild Live Wanted 2007, d’Masiv sendiri mampu merebut hati penikmat musik di Tanah Air. Di bawah mayor label PT Musica Studio, album perdana bertitle “ Perubahan” mampu menembus angka penjualan lumayan fantastis untuk ukuran band ‘anak bawang’.

Dan, dengan single hits “Cinta Ini Membunuhku dan Diantara Kalian” Rian (vokal), Rai (bass), Rama (gitar), Kiki (gitar) dan Wahyu (drum) membuktikan kemampuan musikalitas mereka bersaing di blantika musik Indonesia (mg12)

Tyas Mirasih

Gaet ‘Cowok Bekas’ Rianti

Tyas Mirasih selalu punya daya tarik tersendiri di mata pria. Kabarnya, Tyas sedang dekat dengan mantan pacar Rianti Cartwright, Banyu Biru. “Kalau urusan itu saya tidak tahu. Nanti saja biar orangnya langsung yang menjelaskan,” kelit Wanda, asisten Tyas, kemarin (23/10).

Rumor ini berhembus karena muncul foto-foto Tyas dan Banyu yang terlihat akrab di salah satu tayangan infotainment. Di foto tersebut mereka terlihat sedang asyik mengobrol. “Saya malah belum lihat foto itu,” ungkapnya dengan suara pelan.

Selama ini berita seputar Tyas Mirasih memang tak pernah sepi dari urusan asmara dengan sederet selebriti muda. Sebelum dikabarkan dekat dengan Banyu Biru, mantan pacar Raffi Ahmad ini sempat diisukan dekat dengan vokalis The Changcuters, Tria. Pada saat band asal Bandung itu manggung di Hard Rock Bali, Tyas tampak hadir di antara penonton.

Menurut Wanda, keduanya memang sudah saling kenal sejak lama. Mereka berkenalan ketika Banyu Biru masih pacaran dengan Rianti “Kalau kenal, pastilah. Tapi hanya teman,” ungkapnya (05).

Baim Wong

Cekcok, Siap Disomasi Wartawan

Cekcok yang terjadi antara Baim Wong dan seorang wartawan yang terjadi Minggu kemarin dapat berujung pada proses hukum. Baim pun mengaku siap disomasi. “Kalau mau somasi, somasi saja. Gue melakukan ini demi harga diri, namanya juga cowok kalau digituin sama orang ya gue naiklah,” tutur Baim dihubungi kemarin (22/9) malam.

Baim mengaku dirinya tidak takut bila wartawan yang terlibat perseteruan dengannya itu akan melaporkan dirinya. “Selama gue merasa benar untuk apa gue takut. Kalau kita nggak salah, gue nggak takut dengan siapa pun,” tutur pemilik nama Muhammad Ibrahim ini.

Pria kelahiran Jakarta 27 April 1981 ini menuturkan, salah satu wartawan telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap dirinya. Sehingga dia turun dari mobil dan menemui wartawan tersebut dengan penuh emosi. “Kalau mau wawancara gue sudah bilang kok gue sudah kasih waktu. Pada saat itu gue mau buru-buru karena ditunggu sama orang,” ujar mantan pacar Marshanda ini.

Perseteruan Baim dengan wartawan terjadi pada saat pemeran Attar dalam sinetron Munajah Cinta itu mengisi acara di sebuah mal di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Utara. Wartawan yang hadir meminta waktu pada Baim untuk wawancara. Namun, tanpa basa-basi Baim langsung menuju ke mobilnya.

Tak putus asa, para wartawan tersebut mengejar Baim ke mobilnya. Merasa kesal, Baim pun turun dari mobil dan mendekati salah satu wartawan. Kekasih Vonny Coenelia itu langsung mengeluarkan kata-kata kasar dan ketus ke arah wartawan tersebut.

Perkelahian itu sempat menarik pengunjung dan beberapa petugas keamanan di tempat tersebut. Mereka pun dipisahkan oleh beberapa petugas keamanan. Tanpa kata-kata maaf, Baim langsung bergegas pergi. (05)

Operasi di Malaysia

Gugun Gondrong jadi Gugun Gundul

Ini kabar terbaru dari Gugun Gondrong. Gugun yang menjalani operasi tahap kedua di rumah sakit National University di Singapura dikabarkan kondisinya stabil, meski masih belum sadarkan diri.

Hal ini disampaikan langsung oleh Lulu, adik kandung Gugun Gondrong, saat dihubungi kemarin (22/9). “Gugun sudah dioperasi tahap kedua. Katanya sekarang ini kondisinya stabil,” ungkap Lulu

Atas nama keluarga besarnya, Lulu meminta doa agar Gugun segera sadar dari koma. “Kita semua minta sama teman-teman dan juga masyarakat, mohon doanya untuk kesembuhan Gugun,” paparnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Selasa 16 September lalu, Gugun menjalani operasi untuk mengeluarkan gumpalan cairan di dalam batang otaknya di RS Medistra. Setelah operasi tersebut, kondisi suami Anna Marissa itu belum stabil dan tidak sadarkan diri.

Oleh karena itu, keluarga memutuskan untuk melakukan operasi tahap kedua di Singapura. Meski pasrah, Lulu masih bisa becanda dengan mengatakan “Sekarang, rambut dia nggak gondrong lagi. Jadi, kita panggil dia sebagai Gugun Gundul,” ujar Yuyun. (05)

Sandra Dewi

Simpanan Bos Media?

Kabar tidak enak kembali menerpa Sandra Dewi. Bintang film ‘Quickie Express’ itu dikabarkan menjadi simpanan bos sebuah media. Sandra Dewi pun emosi mendengar kabar tersebut. “Jangan bikin gosip yang nggak deh, jangan ngancurin karir gue juga dong,” ujarnya emosional.

Perempuan kelahiran 8 Agustus 1983 itu mengakui kalau pria yang berinisial P itu dekat dengan dirinya. Namun Sandra menegaskan kalau kedekatannya tersebut hanya sebatas hubungan pekerjaan. “Gue deket karena memang dia bos gue, gue juga kenal kok sama keluarganya,” imbuhnya. Sandra menegaskan kalau dirinya hingga kini masih belum memiliki kekasih.

Untuk menetralisir suasana, Sandra mengaku lebih sering merindukan supirnya yang setia menemani Sandra kemana-mana. Sang supir pula yang selalu mengingatkan Sandra dengan barang-barang perlengkapannya.

Saking setianya, sang supir pun sampai komplain kapan bintang film ‘Quickie Express’ itu punya kekasih. “Supir gue pun sampai komplain sama gue. Kok saya mulu yang nganterin. Punya cowok dong biar saya nggak repot kalau pulang kampung,” ujar Sandra menirukan ucapan sang supir ditemui di Wisma Permata, Jl. MH. Thamrin baru-baru ini.

Keseringan diperhatikan supir, Sandra jadi lupa diri. Ketika harus meninggalkan sang supir di Jakarta pun Sandra sering merasa kehilangan. “Namanya Pendi. Malah waktu gue keluar negeri, gue kangen banget sama dia” jelas Sandra (05)

Meet and Greet Cinlok

“Luna itu Lucu tapi Cakep…”

Meski kerap manggung di acara komedi Extravaganza popularitas Luna Maya belum tergeser. Dan inilah yang nampaknya menjadi salah satu kekuatan film Cinlok produksi MD Entertainment. Meski ‘kekuatan’ lainnya Tora Sudiro batal hadir, pada saat Meet and Greet bintang film Cinlok di Atrium Palembang Indah Mall kemarin (21/9), Luna seperti magnet bagi para pengunjung.

Sejak awal, pengunjung yang didominasi ABG cewek hingga ibu-ibu rumah tangga sudah ‘merengek-rengek’ dan berteriak memanggil nama Luna dan Tora. “Apa kabar Palembang. Senang bisa ketemu kalian,” kata Luna sesaat setelah di stage.

Karena genre film ini adalah komedi, Luna tak canggung begaya seperti penampilannya di Extravaganza. Pembawaannya yang lucu, kadang norak, sesekali ‘tidak nyambung’ namun santai, membuat acara ini terasa seru dan meriah. Membuat penonton antusias sekaligus gemas. “Luna itu lucu, tapi cakep. Jadinya nggak bosenin,” kata Ira (24) ibu muda yang rela datang bersama anaknya yang masih balita.

Menurut Bob dari Bob Model Agency, event organizer acara ini, film Cinlok adalah sebuah film yang mengangkat tema komedi, seks dan kisah romantis yang menggelitik dan khusus dilaunc untuk masa liburan lebaran.

Berkisah tentang percintaan Cundra (Tora Sudiro) seorang eksekutif muda dan Nayla (Luna Maya), manajer hotel, yang sama-sama berbohong bahwa mereka sudah punya tunangan masing-masing.

“Selain Tora Sudiro dan Luna Maya, film ini juga didukung oleh sederet bintang kenamaan seperti Ria Irawan dan Jurike Prastika. Selain itu nama-nama komedian senior juga ikut mendukung film ini, antara lain, Tukul Arwana, Yeyen Lidya, dan Hj Leila Sari,” pungkas Bob (mg12)

.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.